Sekjen Kemensos Mengungkap Aliran Dana Juliari Batubara

Sekjen Kemensos Mengungkap Aliran Dana Juliari Batubara – Sekretaris Jenderal atau Sekjen Kementerian Sosial, yakni Hartono mengungkapkan tentang adanya uang operasional kepada mantan Menteri Sosial, yakni Juliari Peter Batubara mengenai pengadaan bansos Covid 19.

Adapun Hartono bersaksi untuk 2 terdakwa penyuap Juliari, yakni Ardian Iskandar Maddanatja dan Harry Van Sidabukke, di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu, 3 Februari 2021.

‘’Yang saya tau Adi Wahyono telah menyampaikan kepada saya langsung untuk operasional menteri,’’ ujar Hartono.

Adi Wahyono yang dimaksud adalah Kabiro Umum Sekretariat Jenderal Kemensos dan Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Kantor Pusat Kemensos 2020 dan juga Pejabat Pembuat Komitmen pengadaan bansos Covid 19.

Hartono menilai, bahwa Adi tidak memberitahu berapa nominalnya.

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi, yakni M Nur Azis lalu bertanya apakah Hartono sempat mendengar mengenai fee senilai Rp 10.000 per paketnya.

Karena dalam surat dakwaan, Juliari telah mengarahkan Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono untuk menarik komitmen fee senilai Rp 10.000 per paketnya dan uang operasional yang berasal dari penyedia bansos sembako.

Menurut ingatannya, Hartono mengaku bahwa tidak pernah mendengar mengenai fee Rp 10.000 itu.

Tetapi, Hartono mengaku ada sejumlah calon vendor sembako yang sempat meminta ikut menjadi perusahaan penyedia sembako.

‘’Ada juga yang datang untuk minta kepada saya, kemudian saya teruskan. Sebagai KPA, pak Adi Wahyono juga telah menyampaikan kepada kami juka ada sejumlah vendor yang diminta uang operasional,’’ ujar Hartono.

Oleh sebab itu, Hartono sempat mengingatkan Adi supaya berhati-hati saat bekerja.

Dalam kasus tersebut, Harry van Sidabukke sebagai konsultan hukum didakwa telah menyuap Juliari beserta beberapa pejabat di Kemensos dengan nilai Rp 1,28 miliar.

Sedangkan Direktur Utama PT Tigapilar didakwa memberikan uang sebesar Rp 1,95 miliar terhadap Juliari dan juga beberapa pejabat di Kemensos.

Jaksa menilai, bahwa uang itu diberikan sebagai penunjukkan kedua terdakwa yang menjadi penyedia bansos Covid 19 pada Kemensos pada tahun 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *