Seorang Pria Pasuruan Diamankan Karena Merampas Motor Dengan Pistol Rakitan

Seorang Pria Pasuruan Diamankan Karena Merampas Motor Dengan Pistol Rakitan – Salatin yang berusia 40 tahun mengaku telah menemukan satu pucuk pistol rakitan saat berada di kebun belakang rumah tetangganya. Bukannya menyerahkannya ke pihak polisi, seorang pria yang berasal dari Pasuruan ini justri menggunakan pistol tersebut untuk merampas sepeda motor.

Selatin mengatakan bahwa pistol rakitan tersebut dia temukan saat berada di kebun belakang rumah tetangganya yang berada di Dusun Dukuh Tengah, Kelurahan Sumberrjo, Winongan, Kabupaten Pasuruan pada tahun 2016 yang lalu. Senjata Api (Senpi) tersebut dia temukan terbungkus plastic lengkap dengan amunisinya.

Salatin pada saat jumpa pers yang berada di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara, pada hari Jumat (9/4/2021) mengatakan bahwa pada saat itu ada tetangga yang sedangn kemalingan sapi, saya bantu mencari, kemudian ada senpi dan lengak dengan pelurunya dibungus dengan plastic.

Bukannya menyerahkan senpi rakitan tersebut ke pihak polisi, Salatin justru menggunakannya untuk melakukan kejahatan. Yaitu untuk merampas sepeda motor. Dia berdalih belum sekali pun menembakkan pistol yang berwarna hitam tersebut.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi menjelaskan bahwa pihaknya telah memburu Salatin setelah menerima laporan pencurian sepeda motor yang berada di Kecamatan Gedeg pada tanggal 9 Maret 2021. Tim yang telah dia bentuk untuk meringkus tersangka yang berada di Jalan Desa Trewung, Kecamatan Grati, Pasuruan pada hari Jumat (19/3/2021) sekitar jam 22.15 WIB.

Dari penangkapan tersebut, pihak polisi telah menyita sepucuk pistol rakitan, 3 butir amunisi, sebuah kunci T yang berserta 3 anak kunci, 2 dompet, 2 kunci sepeda motor, sepeda motor Honda Vario yang bernomor polisi N 3820 TW, 2 obeng, dan 2 pelat nomor kendaraan.

Pistol rakita tersebut, lanjut AKBP Deddy Supriadi, biasa dipakai oleh tersangka untuk merampas sepeda motor. Salatin merupakan residivis kasus perampasan motor yang berada di Pasuruan pada tahun 2017. Pada saat itu, seorang Polwan yang menjadi korban aksi kejahatan tersebut.

Akibat dari perbuatannya, Salatin dijerat dengan pasal 1 ayat (1) Undang Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951. Dengan hukuman selama 20 tahun penjara sudah menantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *