Seorang Tentara Wanita Diperkosa di Istana Presiden Prancis

Seorang Tentara Wanita Diperkosa di Istana Presiden Prancis – Peristiwa menyedihkan itu terjadi di Istana Kepresidenan Elysee di Paris. Pasalnya, seorang tentara wanita Prancis melaporkan dugaan pemerkosaan yang berada di lingkungan istana.

Insiden pemerkosaan itu diduga dilakukan oleh sesama tentara usai acara resepsi perpisahan jenderal yang dihadiri oleh Presiden Emmanuel Macron. Dugaan pemerkosaan yang pertama kali dilaporkan oleh harian Prancis Liberation.

Tentara wanita itu pada akhirnya melaporkan pemerkosaan tersebut ke kantor polisi terdekat. Polisi pun langsung bertindak cepat, pada saat ini tentara yang disebut sebagai ‘pemerkosa’ telah berhasil ditangkap.

Menurut Liberation, kedua tentara tersebut adalah bagian dari kelompok yang terus minum setelah Macron meninggalkan resepsi sekitar pukul 10 malam waktu setempat, meskipun ada kewajiban untuk menahan diri bagi pegawai negeri yang bekerja di Elysee.

Liberation melaporkan bahwa kedua tentara tersebut adalah rekan kerja yang ditempatkan di kantor staf umum dengan keamanan tinggi yang berada di Istana Elysee, yang bertanggung jawab atas masalah pemerintah yang sensitif, banyak di antaranya bersifat rahasia atau sangat rahasia.

Jaksa Prancis pada saat ini sedang menyelidiki dugaan pemerkosaan tersebut.

Sebuah sumber peradilan telah mengkonfirmasi kepada AFP bahwa tentara yang dituduh dihadirkan sebagai saksi tambahan setelah diinterogasi oleh jaksa pada tanggal 12 Juli. Ini berarti bahwa tentara tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut tetapi masih belum didakwa secara resmi.

Pada saat dimintai komentar, seorang pejabat kepresidenan mengatakan kepada AFP bahwa segera setelah pihak berwenang mengetahui klaim ini, tindakan segera diambil untuk mendukung terduga korban dan juga orang yang dituduh segera dipindahkan dari Elysee.

Menteri Pertahanan Florence Parly juga telah memerintahkan penyelidikan paralel yang dapat membawanya menuju ke komite disiplin.

Diketahui bahwa Macron kemungkinan akan mencalonkan diri untuk pemilihan kembali pada bulan April, setelah menjadikan penanganan kekerasan terhadap perempuan sebagai tema yang utama kepresidenannya.

Jajak pendapat Odoxa yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan dia tetap memimpin dengan 25 persen suara yang berada di putaran pertama pemungutan suara. Ini diikuti oleh kandidat sayap kanan Marine Le Pen dengan 18 persen suara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *