Seorang Wanita di Lamongan Ditangkap Usai Membobol Rumah

Seorang Wanita di Lamongan Ditangkap Usai Membobol Rumah – Seorang wanita di Lamongan tertangkap kamera CCTV mencuri perhiasan dan uang senilai Rp 233 juta. Aksi tersebut dilakukan di sebuah rumah di mana penghuninya sedang mengikuti pengajian. Aksinya cukup cerdik, karena terlebih dahulu memetakan penghuni dan rumah yang menjadi sasaran.

Pelaku, yang bernama Yulis Amalia (38), warga yang berasal dari Raden, Kecamatan Sukodadi, beraksi sore hari sat berada di rumah Wastawi (47) yang berada di Dusun Keduwul, Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi.

“Pelaku merusak pintu belakang berbahan kalsiboard yang dibobol hanya dengan tangan kosong, sekitar pukul 09.20 WIB,” kata KaSi Humas Polres Lamongan, Iptu Jinanto, kepada wartawan, pada hari Minggu (28/11/ 2021).

Setelah menjebol pintu belakang, Yulis kemudian mengobrak-abrik lemari dan membawa kabur perhiasan emas. Terdiri dari satu kotak perhiasan yang berwarna merah dan juga hitam yang berisi 13 gelang emas, 2 kalung emas, 11 cincin emas, 5 anting emas, 1 mutiara berikut surat surat perhiasan dan juga uang tunai Rp 6 juta.

Peristiwa pembobolan itu diketahui oleh korban yang curiga pintu belakang rumahnya jebol usai menghadiri pengajian yang berada di Paciran. “Korban kemudian mengecek di kamar tempat penyimpanan emas perhiasan dan juga uang, ternyata kamarnya berantakan, sedangkan kotak tempat penyimpanan emas juga tidak ada pada tempatnya,” kata Iptu Jinanto.

Mendapati barang berharga yang hilang, korban kemudian membuka rekaman CCTV rumahnya dan terlihat jelas pada gambar, pelaku adalah seorang wanita yang berjaket coklat. Pelaku juga terlihat sangat cerdas dan pandai karena ia mempelajari situasi dengan baik saat korban dan keluarganya pergi menghadiri pengajian.

Berbekal rekaman CCTV, anggota Polsek Sukodadi bergerak untuk melakukan pengembangan penyelidikan. Tak kurang dari 3 jam, pihak polisi berhasil menemukan jejak pelaku yang teridentifikasi dari jaket yang dikenakannya. Petugas pun langsung bergerak untuk menuju alamat rumah tersangka wanita tersebut. Pada saat diinterogasi, pelaku mengakui semua perbuatannya tersebut.

Pihak polisi menjeratnya dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Piha polisi juga terus melakukan penyidikan dan juga masih mengembangkan dengan mencari kemungkinan tersangka melakukan perbuatan yang sama yang berada di tempat lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *