Setelah Suporter Persija-Persib Berulah, Nasib Liga 1 Bagaimana ?

Setelah Suporter Persija-Persib Berulah, Nasib Liga 1 Bagaimana ?  – Nasib Liga 1 dan Liga 2 menjadi tanda tanya besar seiring dengan suporter yang kembali berulah setelah final Persija Jakarta dengan Persib Bandung saat berada di Piala Menpora 2021. Pemerhati olahraga yang bernama Tommy Apriantono telah memberi pandangannya.

Persija Jakarta telah sukses keluar sebagai juara saat berada di Piala Menpora setelah membungkam Persib Bandung dengan skor akhir 2-1 pada leg yang kedua dalam pertandingan yang digelar di Stadion Manahan Solo, pada hari Minggu (25/4/2021).

Dari hasil itu pun disambut oleh kedua suporter dengan cara yang berbeda beda. Suksesnya Persija Jakarta dengan dirayakan oleh sejumlah pemuda, yang diduga merupakan fans Persija Jakarta, dengan cara turun ke jalan yang berada di kawasan Jakarta.

Sedangkan yang berada di Bandung, ada sejumlah orang yang diduga adalah oknum bobotoh (suporter Persib Bandung) divideokan telah menggeruduk kantor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Graha Persib Bandung yang berada di Jalan Sulanjana, Bandung, pada hari Minggu (25/4/2021) malam.

Padahal pemerintah sudah memberikan imbauan kepada para suporter untuk tetap berada di rumah dan tidak melakukan konvoi konvoi demi menimbulkan klaster baru dari pandemi COVID 19.

Pemerhati olahraga Tommy Apriantono mengatakan bahwa kondisi berulang seperti ini sejatinya tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun seluruh dunia pun selalu ada oknum. Namun sayangnya hal tersebut masih belum terantisipasi oleh seluruh pihak.

Walaupun begitu, Tommy Apriantono menilai bahwa kondisi ini tidak akan memperngaruhi keberlangsungan Liga 1 yang rencananya dihelat pada bulan Juli mendatang.

Tidak hanya menggelar Liga mulai bulan Juli yang akan datang, pemerintah juga sempat memunculkan wacana dengan pononton yang terbatas. Soal itu, Tommy Apriantono mengaku tidak masalah asal dipertimbangkan betul betul oleh penonton yang masuk ke dalam stadion.

Tommy Apriantono menjelaskan bahwa artinya, kalau mau ada penonton yang terbatas, bukan dengan beli tiket, namun undangan. Misalnya PT LIB mengundang perwakilan suporter, siapa yang berperilaku baik diundang. Seperti kemarin kejadian Persija Jakarta dan Persib Bandung tersebut kan dilakukan oleh oknum, nah ini organisasinya (yang diundang), 50 orang misalnya. Namun dengan catatan harus sudah divaksin dan tidak memiliki catatan kepolisian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *