Tempat Spa di Medan Digerebek Polisi Saat PPKM Darurat, 19 Terapis Diamankan

Sebuah tempat spa yang nekat beroperasi ketika masa PPKM Darurat di Medan, Sumatera Utara (Sumut) digerebek oleh pihak kepolisian. Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan sebanyak 19 orang terapis.

Menurut informasi yang diperoleh, tempat spa yang digerebek oleh pihak kepolisian itu terletak di Jalan Merak Jingga, Medan Barat, Sumatera Utara (Sumut). Penggerebekan itu sendiri dilakukan oleh petugas kepolisian pada Sabtu (17/7/2021) karena nekat beroperasi saat penerapan PPKM Darurat di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Wakasat Reskrim Polrestabes Medan bernama Kompol Rafles Langgak Putra saat dimintai konfirmasi pada Minggu (18/7/2021) mengatakan dari penggerebakan yang dilakukan di tempat spa itu, kami berhasil mengamankan sebanyak 19 orang terapis, 2 orang kasir, 1 orang pengunjung.

Kompol Rafles mengatakan tak hanya mengamankan para pekerja terapis, polisi turut menyita puluhan kondom yang ada di lokasi tersebut. Petugas menemukan alat kontrasepsi tersebut mulai yang masih baru hingga yang sudah bekas pakai.

Kompol Rafles menyebut alat kontrasepsi yang kami temukan terdiri dari 31 kondom masih baru atau belum pernah terpakai dan 3 kondom sudah bekas pakai.

Sementara itu, Kompol Rafles belum bisa mengungkapkan modus yang dilakukan oleh pemilik tempat spa itu secara detail. Untuk saat ini, pihaknya tengah mencari keberadaan dari pemilik tempat spa itu.

Kompol Rafles menuturkan untuk saat ini, kami masih akan mencari keberadaan pemilik tempat spa itu, yang mana menurut informasi sedang berada di luar kota.

Didhubungi secara terpisah, Kapolrestabes Medan bernama Kombes Riko Sunarko menuturkan untuk saat ini puluhan orang yang sudah diamankan oleh petugas kepolisian masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kombes Riko mengungkapkan bagi yang terbukti bersalah, pihaknya tidak akan segan-segan menjerat dengan pasal tindak pidana perdagangan orang. Akan tetapi, pihaknya tidak menjelaskan secara detail kepada siapa pasal tersebut akan dijeratkan.

Kombes Riko mengatakan untuk saat ini, mereka masih kami mintai keterangan lebih lanjut. Jika memang terbukti bersalah, kami akan menjeratnya dengan pasal TPPO (tindak pidana perdagangan orang).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *