Berita Dunia Update – Mirisnya Anak-Anak Rohingnya

Sudah selama satu tahun lamanya insiden dari penyerangan yang sudah di lancarkan dari banyak sekelompok warga Budha kepada komunitas muslim Rohingya yang sudah menjadi kaum minoritas di Kota Sittwe bagian dari negara Myanmar. Dari adanya kerusuhan tersebut yang sudah menyebabkan sekte yang di setujui oleh negara. Ini yang juga sudah membuat dari ribuan banyak anak-anak yang harus bisa melewati dari hari-harinya dengan kosong dari tempat pengungsian yang sudah berdebu.

Dari anak-anak etnis Rohingya yang tidak di perbolehkan untuk bisa mengenyam pendidikan di banyak sekolah negeri yang ada di sana. Dan untuk hasilnya sebuah desa Rohingya yang berada di pinggiran Kota Sittwe yang telah berhasil untuk para anak-anak mencoba untuk belajar. Di sini mereka yang tidak hanya untuk mempelajari dari agama Islam, seperti yang sudah terjadi sebelum adanya kerusuhan yang ada di masa lalu, akan tetapi mereka belajar seperti bahasa Myanmar dan Inggris. Hal ini  sudah di siarkan dalam televisi Fox News, Kamis hari ini (21/11/13).

Terkadang lebih dari ribuan semua anak-anak yang akan bisa untuk menghadiri pelajaran di dalam madrasah tersebut. Orang tua yang ada dari mereka yang terlihat sudah duduk santai di dalam toko teh sambil mengerti dari anak anak mereka yang membaca buku dengan keras.

Dari pada anak-anak yang sudah duduk berdesakan di dalam bangunan yang terbulang sudah bobrok, dan berlantai seperti kayu tersebut. Dari seorang guru yang sudah mondar-mandir dalam ruangan yang bersamaan membawa tongkat untuk meredam dari mereka yang sangat bising.

Madrasah ini yang hampir saja selalu tertinggal dari bantuan yang berasal dari luar. Dari para guru yang ada di sana yang juga tidak mendapatkan suatu bayaran yang ada. Karena mereka yang banyak kekurangan buku-buku maka  berjuang untuk bisa dapatkan seluruh bahkan dari dasar-dasar buku penting itu.

“Kami yang sudah berhasil untuk melakukan apa yang sudah kami usahakan untuk bisa,” ujar dari Anwar yang sudah di ketahui kalau dirinya adlaah guru yang mengajar untuk siswi yang ada di tingkat delapan. Dirinya yang terkadang juga harus bisa tangani lebih dari 65 siswa dalam satu tahunnya.

“Akan tetapi ini akan sangat mustahil, terutama dari anak-anak yang lebih dewasa,”

About The Author

Reply