Kabar Olahraga – Perang Kata – Kata dari Dua Petenis Cantik Kelas Dunia

Maria Sharapova, petenis Rusia, telah membalas komentar pedas yang telah dikeluarkan oleh Euginie Bouchard. Petenis dari Kanada tersebut, keberatan apabila Sharapova diperbolehkan kembali bermain tenis setelah menjalani hukuman doping.

Pada sebuah wawancara sebelumnya, Bouchard pun menyebutkan apabila Sharapova merupakan salah satu petenis yang curang. Dirinya berpikiran bahwasannya atlet yang sudah berbuat curang didalam olahraga apapun, tak diperbolehkan  untuk kembali tampil pada suatu pertandingan.

“Dirinya merupakan petenis yang curang serta saya berpikir bahwa seseorang yang telah berbuat curang pada olahraga apapun, tidak diperkenankan untuk kembali tampil. Saya pun berpikiran bila WTA telah memberikan pesan yang sama bagi petenis muda,” ungkap Bouchard pada TRT World, Kamis 27/4/2017.

Menanggapi pernyataan pedas yang telah dikeluarkan oleh Bouchard, Sharapova pun menanggapinya dengan singkat. Petenis cantik yang berasal dari Rusia tersebut, mengaku tak level untuk menanggapi komentar yang telah dikeluarkan oleh Bouchard.

“Saya tak akan memberikan komentar apapun. Saya jauh berada di atas itu (level dengan Bouchard),” ungkap Sharapova sebagaimana yang telah dikutip New York Post.

Sharapova memang telah memperoleh keringanan atau pengurangan masa hukuman setelah terlibat skandal doping. Sharapova mendapatkan keringanan dari Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS. Dirinya sebelumnya telah dikenakan larangan untuk bermain dalam kurun waktu 2 tahun pada bulan Juni yang lalu. Namun kini dirinya telah kembali ke dunia tenis pada 26 April.

Sharapova pada saat ini sedang mengikuti kompetisi pada turnamen Stuttgart Terbuka, dirinya ikut dari status wild card. Yang menjadi persoalannya ialah, turnamen tersebut berlakang pada kurun waktu 24 hingga 30 April 2017. Bisa dibilang, Sharapova telah mengikuti turnamen itu sebelum berakhirnya masa hukuman dari skandal doping yang sebenarnya baru akan berakhir pada tanggal 26 April 2017.

Inilah yang telah membuat Bouchard merasa geram. Pada saat ini Bouchard merupakan petenis nomor 59 dunia. Dirinya pun meminta supaya Asosiasi Tenis Wanita atau WTA bisa memberikan kebijakan serta edukasi yang lebih baik kepada para petenis muda, terkait dengan hukuman yang telah mempergunakan doping.

About The Author